Tafsir Ayat Kebangsaan Brilly El-Rasheed #18

18 - QS. Ibrāhim [14]: 24
Allah Al-’Aliyy berfirman,
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ بَدَّلُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ كُفْرًا وَّاَحَلُّوْا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِۙ
“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekufuran dan menjatuhkan kaumnya kelembah kebinasaan” [QS. Ibrahim (14): 28]
Menjadi penyebab kehancuran bangsa adalah kebodohan sekaligus kejahatan. Manakala kebodohan dan kejahatan merajalela dalam sebuah bangsa maka akan hancur dalam waktu dekat. Ayat ini merupakan shighat (diksi) keheranan (ta’jub) atas perilaku sebagian elemen masyarakat Makkah yang mempersuasi (memprovokasi) agar ‘membuang’ konsep agama Nabi Muhammad.
Allah telah mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat dan nikmat untuk manusia maka barang siapa yang bersyukur dengan di utusnya Nabi maka bagi mereka (orang kafir Makkah) adalah Surga. Sebaliknya, barang siapa yang mengingkari Nabi-Nya maka bagi mereka adalah Neraka. [Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 8/219]
Karakter muwathanah (kebangsaan) yang bisa kita ambil dari ayat ini adalah jangan sampai kita menjadi promotor kehancuran bangsa kita dengan menjauhkan bangsa kita dari hal-hal positif-produktif.