Konsultasi Syariah: Bolehkah Shalat Tarawih Di Rumah Dan Dikerjakan Sendirian/Munfarid?

https://quantumfiqih.blogspot.com/2017/06/konsultasi-syariah-bolehkah-shalat.html
Bolehkah Shalat Tarawih Di Rumah dan Dilakukan
Sendirian
_Pertanyaan_
Assalamualaikum.wr.wb. pak ustadz saya mau tanya.
Bagaimana hukumnya sholat teraweh dilaksanakan dirumah atau sholat teraweh
sendiri. Dan sebtulnya sholat teraweh yg disunnahkan itu brapa raka'at
dikerjakannya. Krena ada yg 20 raka'at dan ada yg hanya 8 raka'at. Trimakasih
pak ustad.
Ditanyakan oleh Bapak *Miftah Hadi* (08573355YYYY)
di Surabaya pada _31 Mei 2017_
_Jawaban_
Wa’alaikumussalam.
Tarawih boleh di masjid maupun di rumah. Dulu Nabi
di masjid, kalau para sahabat beliau ada yang di masjid ada yang di rumah,
karena memang Nabi tidak mewajibkan di masjid. Hanya, dianjurkan tarawih di
Masjid, dan merupakan tradisi Rasulullah dan juga para shahabat beliau. Shalat
tarawih itu sebenarnya shalat tahajjud, bedanya tahajjud nama untuk shalat
malam di luar bulan Ramadhan.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Satu malam di
bulan Ramadhan, Rasulullah mengerjakan qiyamul lail (seperti biasanya) lalu aku
mengikuti beliau di samping. Lalu datang pula orang-orang ikut shalat bersama
kami. Setelah Rasulullah menyadari kami mengikuti shalat beliau, segera saja
beliau meringankan shalat lalu masuk ke dalam rumah beliau. Setelah masuk
beliau mengerjakan shalat yang belum pernah kami lihat beliau mengerjakannya
sepanjang (selama) waktu itu. Esoknya kami bertanya, “Wahai Rasulullah, engkau
mengetahui kami mengikuti shalatmu tadi malam?” “Ya tahu, itulah sebabnya aku
melakukan hal tersebut,” jawab Rasulullah. [Musnad Ahmad 3/291]
Dalam
Shahih Bukhari diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, “Pada suatu malam Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam shalat di masjid. Lalu beberapa orang bermakmum kepada
Beliau. Kemudian malam berikutnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam shalat,
dan orang (makmum) bertambah banyak. Mereka pun berkumpul pada malam ketiga
atau keempat, namun Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar. Pagi
harinya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
قَدْ رَأَيْتُ
الَّذِي صَنَعْتُمْ فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ
إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ قَالَ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ رواه البخاري
"Aku telah melihat perbuatan kalian. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar kepada kalian (untuk shalat), kecuali kekhawatiranku, kalau-kalau itu difardhukan atas kalian".
Jadi shalat tarawih itu bukan shalat wajib.
Meskipun demikian tidak berarti kita tidak perlu bersemangat untuk
mengerjakannya. Mungkin sudah menjadi tradisi, contohnya di Masjid Nasional
Al-Akbar Surabaya, masjid yang sehari-hari saya berjama’ah di situ sejak 15 Mei
2017, belum juga Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan, Masjid Al-Akbar penuh
dengan jama’ah bahkan jika dihitung mungkin sekitar 5.000 jama’ah. Namun, baru
menginjak 4 Ramadhan, kurang lebih jama’ah sudah mencapai 2.500 jama’ah.
Drastis penurunanya. Astaghfirullah.
Kembali soal bolehkah shalat tarawih di rumah
sendiri? Boleh. Buktinya Rasulullah pernah tidak ke masjid pada saat yang
seharusnya melaksanakan shalat tarawih bahkan pada shahabat beliau sudah
menanti-nanti sampai waktu sahur tiba.
Ibnu
Al-‘Arabi menyampaikan kesimpulan kronologi tradisi shalat Tarawih di bulan
Ramadhan ketika beliau mensyarah Sunan At-Tirmidzi 4/18, “Qiyamul lail
berjama’ah (di bulan Ramadhan yang biasa disebut Tarawih) merupakan salah satu
sunnah Islam. Rasulullah pernah melakukannya lalu menghentikannya karena
kekhawatiran akan diwajibkannya shalat itu atas umat ini. Pada zaman Rasulullah
adalah zaman peletakan syari’at dan masih ada kewajiban yang ditambahi dan
dikurangi. Setelah syari’at Islam ini selesai diturunkan dan agama Islam telah
sempurna, ‘Umar bin Al-Khaththab memandang perlu menghidupkan kembali sunnah
tersebut. Beliau memerintahkan kaum muslimin berkumpul sebagaimana pada zaman
Rasulullah dahulu. Karena kekhawatiran yang menjadi alasan Rasulullah
menghentikan sunnah (qiyamul lail) ini telah hilang yaitu ucapan beliau, “Tidak
ada yang menghalangiku keluar menemui kalian kecuali kekhawatiranku akan
diwajibkannya shalat ini atas kalian.”.” Pernyataan serupa juga dituturkan Abu
Hanifah yang diriwayatkan Al-Hasan bin Ziyad Al-Lu’lu’i. Hal ini seperti
dikatakan ‘Aisyah, “Seringkali Rasulullah meninggalkan satu amal karena
khawatir orang-orang akan menirunya lalu amal itu diwajibkan Allah atas
mereka.” [Sunan Abu Dawud no. 1293]
Jumlah raka'at tarawih boleh 8, boleh 20,
sama-sama boleh. Karena memang tidak ada larangan mengenai berapa jumlah
raka’at tarawih. Perbedaan pendapat soal
ini sudah ada sejak masa sahabat
sampai sekarang. Perbedaan ini disebutkan Ibnu Hajar dalam Fat-h Al-Bari 4/253, cet. As-Salafiyah, yang ringkasnya, 11, 13, 19, 21, 23, 25, 27, 35, 37, 39, 41, 47
dan 49. Baru tahu kan? Ada yang shalat tarawih sampai 49 raka’at. Berani
49?
Begitu? Penjelasan mengenai dalil raka’at tarawih
panjang banget. Bisa-bisa jadi buku tersendiri. Dan alhamdulillah sudah banyak
kok ulama yang mengkaji dalil-dalil raka’at tarawih. Monggo dikaji.
Oia, ngomong-ngomong, Pak Miftah biasa tarawih di
masjid mana? Kali aja bisa kopi darat.
Dijawab oleh *H. Brilly El-Rasheed, S.Pd.*
Ikuti channel telegram.me/manajemenqalbu
Gabung Grup Whatsapp Islamia 082140888638
Follow brillyelrasheed561.wordpress.com
Gabung facebook.com/groups/grupislamia
Klik juga quantumfiqih.wordpress.com
Bersosial entrepreneurship di sbycorporation.wordpress.com
Dapatkan buku-buku Islami inspiratif-motivatif-kontemplatif karya Brilly El-Rasheed, S.Pd.: (1) Golden Manners Rp 60.000,-; (2) Mendekat Kepada Allah Rp 38.000,-; (3) Kutunggu di Telaga Rp 40.000,-; (4) Quantum Iman Rp 62.000,-; (5) Benteng Umat Islam Rp 42.000,-; (6) Maksiat dalam Taubat Rp 39.000,-; (7) Titisan Ahli Surga Rp 35.000,-; (8) Menepi dari Dunia Rp 55.000,-; (9) Jangan Rp 44.000,-; melalui kontak masing-masing penerbit atau melalui Brilly Online Bookstore (BOOST) di 08155241991.
Mobil Indonesia, Honda HRV, Honda Brio, Honda Mobilio, Honda Jazz, Honda City, Honda Civic, Honda Freed, Honda CRV, Honda Accord, Honda Odyssey, Honda CRZ, Honda BRV, Suzuki APV, Suzuki Ertiga, Suzuki Grand Vitara, Suzuki Karimun, Suzuki Swift, Suzuki Spalsh, Suzuki SX4, Toyota Camry, Toyota Vios, Toyota Corolla Altis, Toyota Prius, Toyota Yaris, Toyota Etios Valco, Toyota Agya, Toyota NAV, Toyota Alphard, Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, Toyota Avanza Veloz, Toyota Fortuner, Toyota Land Cruiser, Toyota Rush, Toyota RAV4, Toyota Dyna, Toyota Hiace, Toyota Hilux,
Perusahaan Otomotif Indonesia, Astra, Daihatsu, Isuzu, Suzuki, Mitsubishi, Honda, Yamaha, Piaggio, Toyota, Hino, Hyundai, Nissan, AMT, Kawasaki, Aspira, Vespa, Trucks, Chevrolet, Ford, Proton, Peugeot, Kia, Krama Yudha Tiga Berlian, Honda, Gaya,
Perusahaan Motor Indonesia, Helroad, Kanzen, Viar, Astra Honda, Yamaha, Suzuki, Kaisar, Kawasaki, Minerva, Cleveland, Piaggio, Triumph, BMW, Hero, Vespa, Viva, TVS, Harley Davidson, Happy, Gazgas, Betrix, Bajaj, Benelli, KTM, Ducati, Kymco Benson, Jialing, Dayang, Agusta MV, Hyosung, Husqvarna,
Perguruan Tinggi Islam Negeri, Universitas Islam Madinah, Universitas Islam Indonesia, Universitas Al-Azhar Kairo, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Paramadina, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sains Al-Qur`an, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Islam Negeri Alauddin, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Islam Negeri Walisongo, IAIN Ambon, IAIN Antasari, IAIN Bengkulu, IAIN Datokarama, IAIN Imam Bonjol, IAIN Mataram, IAIN Padangsidempuan, IAIN Palopo, IAIN Pontianak, IAIN Purwokerto, IAIN Raden Intan, IAIN Salatiga, IAIN Samarinda, IAIN Sultan Amai, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, IAIN Sultan Thaha Saifuddin, IAIN Surakarta, IAIN Syekh Nurjati, IAIN Ternate, IAIN Tulungagung, IAIN Bukittinggi, IAIN Jember, IAIN Sultan Qaimuddin, IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, IAIN Palangkaraya, Institut Ilmu Al-Qur`an, STAIN Al-Fatah, STAIN Batusangkar, STAIN Curup, STAIN Gajah Putih, STAIN Jurai Siwo, STAIN Kediri, STAIN Kerinci, STAIN Kudus, STAIN Malikussaleh, STAIN Manado, STAIN Pamekasan, STAIN Parepare, STAIN Pekalongan, STAIN Ponorogo, STAIN Sorong, STAIN Syekh Abdurrahman Sidik, STAIN Syekh M. Djamil Djambek, STAIN Watampone, STAIN Meulaboh Aceh Barat.