Janganlah Mencela Orang yang Terang-Terangan Beramal, Karena Kita Tidak Mengetahui Isi Hatinya

https://quantumfiqih.blogspot.com/2016/04/janganlah-mencela-orang-yang-terang.html
Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘amnhu dia berkata, “Setelah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan kami untuk bershadaqah, maka Abu Uqail bershadaqah dengan satu sha’, dan datang seseorang dengan membawa lebih banyak dari itu, lalu orang-orang munafik berkata, “Allah Azza Wa Jalla benar-benar tidak membutuhkan shadaqah orang ini, orang ini tidak melakukannya kecuali dengan riya’. Lalu turun ayat: ‘Orang-orang munafik itu yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi shadaqah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk dishadaqahkan) selain sekadar kesanggupannya.” [QS. At-Taubah: 79]. [Shahih: HR. An-Nasa’i]
Telah jelas juga firmanNya, Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. (QS. At-Taubah: 91)
Rasulullah shållallåhu ‘alaihi wa sallam, bersabda, “Apakah engkau sudah membelah dadanya sehingga engkau tahu apakah hatinya berucap demikian atau tidak?” [HR. Muslim]
Beliau shalallahu ‘alahi wasallam juga bersabda: “Sesungguhnya aku tidak diperintah untuk menyelidiki (memeriksa) hati mereka dan tidak pula untuk membedah perut mereka.” [HR Bukhari no. 4351, Muslim no. 1064 (144) dan Ahmad (III/4-5) dari Abu Said al Khudri Radhiyallahu 'anhu].
‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Barangsiapa menampakkan kebaikan, kami akan mencintainya meskipun hatinya berbeda dengan itu. Dan orang yang menampakkan kejelekannya, kami akan membencinya meskipun ia mengaku bahwa hatinya baik”.
Maka hendaknya kita tidak bersifat seperti sifat kaum munafiqin, yang menuduh seseorang berbuat riya’ padahal ia tidak mengetahui apa yang ada dalam dada orang yang dituduhnya!!
Setelah mengetahui hal diatas, maka kita, tidak boleh mencela seseorang yang beramal secara terang-terangan, karena telah jelas keutamaan orang yang melakukannya.
Bisa jadi, dia niatnya ikhlash, dan ia berniat agar orang-orang menirunya, sehingga ia bisa menjadi pelopor kebaikan, sehingga karenanya orang termotivasi beramal sepertinya.
Bahkan jika ia sampai menyebut amalnya, maka ini tidak ada celaan. tidakkah kita mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Wahai, sekalian manusia. Bertaubatlah kepada Allah, karena aku juga bertaubat kepada Allah sehari seratus kali." (HR. Muslim)
Bukankah beliau diatas menyebutkan amalannya?! Jika ada yang berkata, “Tapi kita telah mengetahui, bahwa beliau adalah seorang yang ikhlash. sedangkan kita?!” Maka dijawab, “Benar, itu untuk penerapan diri sendiri. akan tetapi untuk orang lain? apakah kita akan menghukuminya sebagaimana kita menghukumi diri kita sendiri? apakah kita sudah membedah hatinya sehingga kita tahu bahwa ucapannya tersebut mengandung sum’ah?!”
Maka, kita hendaknya berprasangka baik, kepada orang tersebut, akan tetapi sembari mengingatkannya, agar ia bisa tetap menjaga keikhlashannya. dan juga mendoakannya agar ia tidak sum’ah dalam amalannnya. disamping itu kita pula mengingatkannya tentang keutamaan menyembunyikan amal yang mungkin belum diketahuinya.
Terlepas dari itu, bisa kita sampaikan, “Menyebutkan atau mengajak kepada suatu amalan, tidak harus menyebutkan antum mengamalkan amalan tersebut (seperti ucapan ‘saya shalat malam lho. mari kita shalat malam’). karena menyembunyikan amalan itu lebih dekat dari keikhlashan dan menyebutkan amalan lebih dekat daripada ujub, sum’ah dan riya’; akan tetapi aku tidak menuduhmu riya’, sum’ah ataupun ujub”
Bukankah perkataan tersebut lebih baik?! Ingatlah kita tidak mengetahui isi hati seseorang, akan tetapi kita hanya menghukumi secara zhahirnya saja. urusan hati, kita kembalikan kepada individu masing-masing.
Baca selengkapnya tulisan Ustadz Brilly El-Rasheed, S.Pd. ini di majalah donatur Al-Akhbar edisi Oktober 2015 atau di sini.
Ikuti channel telegram.me/manajemenqalbu
Gabung Grup Whatsapp Islamia 082140888638
Follow brillyelrasheed561.wordpress.com
Gabung facebook.com/groups/grupislamia
Bersosial entrepreneurship di
sbycorporation.wordpress.com
Dapatkan buku-buku Islami
inspiratif-motivatif-kontemplatif karya Brilly El-Rasheed, S.Pd.: (1) Golden
Manners Rp 60.000,-; (2) Mendekat Kepada Allah Rp 38.000,-; (3) Kutunggu di
Telaga Rp 40.000,-; (4) Quantum Iman Rp 62.000,-; (5) Benteng Umat Islam Rp
42.000,-; (6) Maksiat dalam Taubat Rp 39.000,-; (7) Titisan Ahli Surga Rp
35.000,-; (8) Menepi dari Dunia Rp 55.000,-; (9) Jangan Rp 44.000,-; melalui
kontak masing-masing penerbit atau melalui Brilly Online Bookstore (BOOST) di
08155241991.
Mobil Indonesia, Honda HRV, Honda Brio,
Honda Mobilio, Honda Jazz, Honda City, Honda Civic, Honda Freed, Honda CRV,
Honda Accord, Honda Odyssey, Honda CRZ, Honda BRV, Suzuki APV, Suzuki Ertiga,
Suzuki Grand Vitara, Suzuki Karimun, Suzuki Swift, Suzuki Spalsh, Suzuki SX4,
Toyota Camry, Toyota Vios, Toyota Corolla Altis, Toyota Prius, Toyota Yaris,
Toyota Etios Valco, Toyota Agya, Toyota NAV, Toyota Alphard, Toyota Kijang
Innova, Toyota Avanza, Toyota Avanza Veloz, Toyota Fortuner, Toyota Land
Cruiser, Toyota Rush, Toyota RAV4, Toyota Dyna, Toyota Hiace, Toyota Hilux,
Perusahaan Otomotif Indonesia, Astra,
Daihatsu, Isuzu, Suzuki, Mitsubishi, Honda, Yamaha, Piaggio, Toyota, Hino,
Hyundai, Nissan, AMT, Kawasaki, Aspira, Vespa, Trucks, Chevrolet, Ford, Proton,
Peugeot, Kia, Krama Yudha Tiga Berlian, Honda, Gaya,
Perusahaan Motor Indonesia, Helroad,
Kanzen, Viar, Astra Honda, Yamaha, Suzuki, Kaisar, Kawasaki, Minerva,
Cleveland, Piaggio, Triumph, BMW, Hero, Vespa, Viva, TVS, Harley Davidson,
Happy, Gazgas, Betrix, Bajaj, Benelli, KTM, Ducati, Kymco Benson, Jialing,
Dayang, Agusta MV, Hyosung, Husqvarna,
Perguruan Tinggi Islam Negeri, Universitas
Islam Madinah, Universitas Islam Indonesia, Universitas Al-Azhar Kairo, Universitas
Al-Azhar Indonesia, Universitas Paramadina, Universitas Islam Sultan Agung,
Universitas Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sains
Al-Qur`an, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Islam
Negeri Alauddin, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim, Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Universitas Islam
Negeri Sultan Syarif Kasim, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara,
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung
Djati, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Islam Negeri
Walisongo, IAIN Ambon, IAIN Antasari, IAIN Bengkulu, IAIN Datokarama, IAIN Imam
Bonjol, IAIN Mataram, IAIN Padangsidempuan, IAIN Palopo, IAIN Pontianak, IAIN
Purwokerto, IAIN Raden Intan, IAIN Salatiga, IAIN Samarinda, IAIN Sultan Amai,
IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, IAIN Sultan Thaha Saifuddin, IAIN Surakarta,
IAIN Syekh Nurjati, IAIN Ternate, IAIN Tulungagung, IAIN Bukittinggi, IAIN
Jember, IAIN Sultan Qaimuddin, IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, IAIN Palangkaraya,
Institut Ilmu Al-Qur`an, STAIN Al-Fatah, STAIN Batusangkar, STAIN Curup, STAIN
Gajah Putih, STAIN Jurai Siwo, STAIN Kediri, STAIN Kerinci, STAIN Kudus, STAIN
Malikussaleh, STAIN Manado, STAIN Pamekasan, STAIN Parepare, STAIN Pekalongan,
STAIN Ponorogo, STAIN Sorong, STAIN Syekh Abdurrahman Sidik, STAIN Syekh M.
Djamil Djambek, STAIN Watampone, STAIN Meulaboh Aceh Barat.
Tags: Ormas
Islam Induk di Indonesia, Jami’ah Khairiyah, Al-Irsyad
Al-Islamiyah, Masyumi, Syarikat Islam Indonesia, Nahdlatul
Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam PERSIS, Nahdlatul Wathan, Pelajar
Islam Indonesia PII, Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII, Jam’iyah
Al-Washliyah, Rabithah ‘Alawiyah, Front Pembela Islam
FPI, Hizbut Tahrir Indonesia HTI, Mathla’ul Anwar MA, Jam’iyah
Al-Ittihadiyah, Hidayatullah, Al-Wahdah Al-Islamiyah, Majelis
Tafsir Al-Quran MTA, Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami HASMI, Persatuan
Tarbiyah Islamiyah PERTI, Persatuan Ummat Islam PUI,
Shiddiqiyah, Wahidiyah.
Tags:
Tarekat Mu’tabarah, ‘Umariyyah, Naqsyabandiyyah, Qodiriyyah, Syadziliyyah, Rifa’iyyah,
Ahmadiyyah, Dasuqiyyah, Akbariyyah, Chistiyyah, Maulawiyyah, Kubrawardiyyah,
Khalwatiyyah, Jalwatiyyah, Bakdasyiyyah, Ghuzaliyyah, Rumiyyah, Sa’diyyah,
Justiyyah, Sya’baniyyah, Kalsyaniyyah, Hamzawiyyah, Bairumiyyah,.
‘Usysyaqiyyah, Bakriyyah, ‘Idrusiyyah, 'Utsmaniyyah, ‘Alawiyyah, ‘Abbasiyyah,
Zainiyyah, ‘Isawiyyah, Buhuriyyah, Haddadiyyah, Ghaibiyyah, Khalidiyyah, Syaththariyyah,
Bayuniyyah, Malamiyyah, ‘Uwaisiyyah, ‘Idrisiyyah, Akabiral Auliya`,
Matbuliyyah, Sunbuliyyah, Tijaniyyah, Samaniyyah, Suhrawardiyyah, Syadziliyyah,
Qadiriyyah, Naqsyabandiyyah