Kenapa Cerai Tidak Diridhai Allah Sang Maha Suci?

https://quantumfiqih.blogspot.com/2016/04/kenapa-cerai-tidak-diridhai-allah-sang.html
Pernikahan adalah ikatan mulia di bawah naungan ridha Sang Kuasa yang hendaknya terus dijaga keutuhannya. Menjaga keutuhan pernikahan adalah masuk dalam perintah menyambung apa yang Allah perintahkan untuk disambung [silaturrahmi]. Sakinah-Mawaddah-Rahmah [samara] adalah maqashid [tujuan] dari syariat pernikahan. Segala apa yang menghalangi terwujudnya samara, haq untuk dihilangkan, karena merupakan bentuk dosa yang merusak.
Maka syariat nikah mut’ah, yang masih digembar-gemborkan penganut agama Syiah, sudah dibatalkan dan diharamkan mutlak selamanya. Allah dan Rasul-Nya tidak lagi mengizinkan ada muslim yang melakukan nikah mut’ah. Begitu pula nikah kontrak dalam safar berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa ditemani istri. Karena keduanya bertentangan sama sekali dengan pernikahan Islami.
Berdalih pada hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda, “Hal yang halal namun dibenci Allah Ta’ala adalah perceraian.” [Sunan Abu Dawud no. 2180] atau pada hadits dari Muharib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda, “Tidaklah Allah lebih menghalalkan sesuatu yang dia benci melebihi perceraian.” [Sunan Abu Dawud no. 2179] sama sekali tidak melegitimasi sikap bermudah-mudahan dalam menyudahi hubungan pasutri. Tidak bisa hanya berpijak pada hadits tersebut, di samping beberapa ulama ahlul hadits masih mempermasalahkan keshahihannya, hadits-hadits lainnya yang lebih sharih dan shahih harus tetap ditengok.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air lantas ia mengirim kan tentara-tentaranya. Maka yang paling dekat di antara mereka dengan iblis adalah yang paling besar fitnah yang ditimbulkannya. Datang salah seorang dari anak buah iblis menghadap iblis seraya berkata, “Aku telah melakukan ini dan itu.” Iblis menjawab, “Engkau belum melakukan apa-apa.” Lalu datang syaithan yang lain melaporkan, “Tidaklah aku meninggalkan dia [anak Adam yang diganggunya] hingga aku berhasil memisahkan dia dengan istrinya.” Maka iblis pun mendekatkan anak buahnya tersebut dengan dirinya dan memujinya, “Engkaulah yang terbaik.” [Shahih Muslim no. 7037]
An-Nawawi menerangkan bahwa iblis bermarkas di lautan, dan dari situlah ia mengirim tentara-tentaranya ke penjuru bumi. Iblis memuji anak buahnya yang berhasil memisahkan suami dengan istrinya, karena kagum dengan apa yang dilakukan si anak buah dan ia dapat mencapai puncak tujuan yang dikehendaki iblis. Iblis pun merangkulnya. [Al-Minhaj, 17/154-155]
Baca selengkapnya tulisan Ustadz Brilly El-Rasheed, S.Pd. ini di majalah donatur Al-Akhbar edisi Oktober 2015 atau di sini.
Ikuti
channel telegram.me/manajemenqalbu
Gabung
Grup Whatsapp Islamia 082140888638
Follow
brillyelrasheed561.wordpress.com
Gabung facebook.com/groups/grupislamia
Bersosial
entrepreneurship di sbycorporation.wordpress.com
Dapatkan
buku-buku Islami inspiratif-motivatif-kontemplatif karya Brilly El-Rasheed,
S.Pd.: (1) Golden Manners Rp 60.000,-; (2) Mendekat Kepada Allah Rp 38.000,-;
(3) Kutunggu di Telaga Rp 40.000,-; (4) Quantum Iman Rp 62.000,-; (5) Benteng
Umat Islam Rp 42.000,-; (6) Maksiat dalam Taubat Rp 39.000,-; (7) Titisan Ahli
Surga Rp 35.000,-; (8) Menepi dari Dunia Rp 55.000,-; (9) Jangan Rp 44.000,-;
melalui kontak masing-masing penerbit atau melalui Brilly Online Bookstore
(BOOST) di 08155241991.
Tags: Ormas
Islam Induk di Indonesia, Jami’ah Khairiyah, Al-Irsyad
Al-Islamiyah, Masyumi, Syarikat Islam Indonesia, Nahdlatul
Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam PERSIS, Nahdlatul Wathan, Pelajar
Islam Indonesia PII, Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII, Jam’iyah
Al-Washliyah, Rabithah ‘Alawiyah, Front Pembela Islam
FPI, Hizbut Tahrir Indonesia HTI, Mathla’ul Anwar MA, Jam’iyah
Al-Ittihadiyah,
Hidayatullah, Al-Wahdah
Al-Islamiyah, Majelis Tafsir Al-Quran MTA, Harakah Sunniyah Untuk
Masyarakat Islami HASMI, Persatuan Tarbiyah Islamiyah
PERTI, Persatuan Ummat Islam PUI, Shiddiqiyah, Wahidiyah.
Tags: Tarekat
Mu’tabarah, ‘Umariyyah, Naqsyabandiyyah, Qodiriyyah, Syadziliyyah, Rifa’iyyah, Ahmadiyyah,
Dasuqiyyah, Akbariyyah, Chistiyyah, Maulawiyyah, Kubrawardiyyah, Khalwatiyyah,
Jalwatiyyah, Bakdasyiyyah, Ghuzaliyyah, Rumiyyah, Sa’diyyah, Justiyyah,
Sya’baniyyah, Kalsyaniyyah, Hamzawiyyah, Bairumiyyah,. ‘Usysyaqiyyah,
Bakriyyah, ‘Idrusiyyah, 'Utsmaniyyah, ‘Alawiyyah, ‘Abbasiyyah, Zainiyyah,
‘Isawiyyah, Buhuriyyah, Haddadiyyah, Ghaibiyyah, Khalidiyyah, Syaththariyyah,
Bayuniyyah, Malamiyyah, ‘Uwaisiyyah, ‘Idrisiyyah, Akabiral Auliya`,
Matbuliyyah, Sunbuliyyah, Tijaniyyah, Samaniyyah, Suhrawardiyyah, Syadziliyyah,
Qadiriyyah, Naqsyabandiyyah