Arti Penting Masjid Bagi Generasi Salaf

https://quantumfiqih.blogspot.com/2016/03/arti-penting-masjid-bagi-generasi-salaf.html
Moyang
generasi Salaf yaitu Rasulullah selalu
berwasiat kepada pasukan-pasukannya, “Apabila kalian melihat sebuah masjid atau
mendengarkan suara muadzin, maka janganlah kalian memerangi seorang pun.”
[Hasan: HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud] Tidak lain karena begitu vitalnya posisi
masjid bagi kehidupan umat. Di samping sebagai indikasi akan keislaman
masyarakat di sekitar masjid, keberadaan masjid juga merefleksikan kesungguhan
masyarakatnya dalam menjadikan masjid sebagai sentral peradaban.
Hanya
saja, acapkali masjid kehilangan ‘ruh’nya. Tak ubahnya hanya tumpukan pasir,
semen, besi, keramik dan kaca. Tidak sedikit masjid-masjid emas di era Salaf
yang pada gilirannya hancur dimakan zaman atau direbut oleh pasukan nonmuslim
pengecut. Seakan, pesan Rasulullah tersebut
tidak lagi bercokol di hati umat Islam dan tidak ada lagi antusiasme untuk
memuliakan masjid.
Di
balik itu, seruan kebangkitan masjid menggema seantero dunia. Kita bisa
saksikan, di Indonesia saja, banyak sekali lembaga pendidikan atau lembaga
dakwah yang konsen dan berhasil
menggerakkan semangat memakmurkan masjid dalam beberapa dekade terakhir, hingga
masjid-masjid yang semula sepi berubah menjadi sangat diminati untuk menjadi
pusat kegiatan masyarakat.
Pada
zaman Rasulullah, Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, masjid berperan sangat
strategis. Diungkapkan oleh Fuhaim Mushthafa dalam bukunya Minhaj Ath-Thifl
Muslim (cet. Dar At-Tauzi’ wa An-Nasyr Al-Islamiyyah, 2000 M), “Masjid di zaman
Rasulullah r,
di samping sebagai tempat ibadah, ia juga berfungsi sebagai tempat pengajaran,
pembinaan, dan pengarahan. Masjid juga menjadi tempat musyawarah bagi kaum
muslimin dan tempat untuk saling memberi nasehat diantara mereka. Di dalam
masjid dilangsungkan proses peradilan. Ia menjadi tempat komando dan
dikibarkannya bendera para mujahid di jalan Allah.
Masjid juga menjadi tempat pengobatan bagi mujahid-mujahid yang terluka. Di
sisi lain ia juga menjadi pusat kajian ilmu-ilmu keislaman. Sebagaimana akad
nikah juga diselenggarakan di dalam masjid. Masjid juga digunakan untuk
menyambut para utusan dan delegasi. Ia juga menjadi tempat informasi bagi kaum
muslimin. Sebagaimana juga menjadi posko bantuan dan kepedulian sosial.”
Baca selengkapnya di majalah Nasional MASAJID edisi Maret 2016.
Ngaji juga ya di goldenmanners.blogspot.co.id
Tags:
Mobil Indonesia, Honda HRV, Honda Brio, Honda Mobilio, Honda Jazz, Honda City, Honda Civic, Honda Freed, Honda CRV, Honda Accord, Honda Odyssey, Honda CRZ, Honda BRV, Suzuki APV, Suzuki Ertiga, Suzuki Grand Vitara, Suzuki Karimun, Suzuki Swift, Suzuki Spalsh, Suzuki SX4, Toyota Camry, Toyota Vios, Toyota Corolla Altis, Toyota Prius, Toyota Yaris, Toyota Etios Valco, Toyota Agya, Toyota NAV, Toyota Alphard, Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, Toyota Avanza Veloz, Toyota Fortuner, Toyota Land Cruiser, Toyota Rush, Toyota RAV4, Toyota Dyna, Toyota Hiace, Toyota Hilux,
Perusahaan Otomotif Indonesia, Astra, Daihatsu, Isuzu, Suzuki, Mitsubishi, Honda, Yamaha, Piaggio, Toyota, Hino, Hyundai, Nissan, AMT, Kawasaki, Aspira, Vespa, Trucks, Chevrolet, Ford, Proton, Peugeot, Kia, Krama Yudha Tiga Berlian, Honda, Gaya,
Perusahaan Motor Indonesia, Helroad, Kanzen, Viar, Astra Honda, Yamaha, Suzuki, Kaisar, Kawasaki, Minerva, Cleveland, Piaggio, Triumph, BMW, Hero, Vespa, Viva, TVS, Harley Davidson, Happy, Gazgas, Betrix, Bajaj, Benelli, KTM, Ducati, Kymco Benson, Jialing, Dayang, Agusta MV, Hyosung, Husqvarna,