Sesungguhnya, gerakan mencetak
imam masjid adalah proyek raksasa yang membutuhkan totalitas dari seluruh komponen
masyarakat Islam. Tidak bisa dibiarkan, proyek ‘produksi’ imam masjid hanya
ditangani oleh pihak-pihak tertentu, mengingat imam masjid adalah dari
masyarakat dan untuk masyarakat, maka harus oleh masyarakat. Imam masjid
berperan memimpin pengelolaan masjid dan segala aktifitasnya, pendidikan
masyarakat di masjid, pendayagunaan asset-asset masjid, pelaksanaan
ibadah-ibadah seperti shalat tarawih, shalat jenazah, shalat gerhana, shalat
‘Idain, dan lain sebagainya.
Sebagaimana termaktub dalam
lembaran sejarah, imam masjid adalah sosok yang menggerakkan masyarakat di
dalam masjid maupun di luar masjid untuk selalu terikat dengan Allah Al-Jabbar.
Pada saat masjid pertama kali didirikan dalam sejarah Islam, Rasulullah adalah
imam masjid sekaligus pemimpin Negara. Tatkala Rasulullah mendekati ajal,
beliau sakit keras, maka Rasulullah meminta Abu Bakar menjadi imam masjid
sementara. Sepeninggal Nabi, Abu Bakar lah yang didapuk masyarakat Madinah
untuk menjadi imam masjid Nabawi sekaligus pemimpin Negara. Mu’adz bin Jabal
diutus Rasul untuk menjadi imam masjid di masjid kampong jauh dari Masjid
Nabawi, dan masyarakat sekitar menjadikan Mu’adz sebagai pemimpin wilayah
tersebut.
Alhasil, gerakan mencetak imam
masjid adalah gerakan melahirkan pemimpin umat. Maka kedalaman pemahaman fiqih
dan skill leadership harus menjadi parameter profesi imam masjid sekaligus
materi paling utama dalam proses pengkaderan imam masjid. Jika imam masjid
sangat professional, maka gaji besar bulan soal, asal dia total dalam pembinaan
umat di dunia global.
Baca selengkapnya di majalah Nasional MASAJID edisi Mei 2016 rubrik Kajian Utama.
Tags: Ormas Islam Induk di Indonesia, Jami’ah Khairiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Masyumi, Syarikat Islam Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam PERSIS, Nahdlatul Wathan, Pelajar Islam Indonesia PII, Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII, Jam’iyah Al-Washliyah, Rabithah ‘Alawiyah, Front Pembela Islam FPI, Hizbut Tahrir Indonesia HTI, Mathla’ul Anwar MA, Jam’iyah Al-Ittihadiyah, Hidayatullah, Al-Wahdah Al-Islamiyah, Majelis Tafsir Al-Quran MTA, Harakah Sunniyah Untuk Masyarakat Islami HASMI, Persatuan Tarbiyah Islamiyah PERTI, Persatuan Ummat Islam PUI, Shiddiqiyah, Wahidiyah.